Program untuk menghitung GGL Armatur pada generator kompon panjang
Senin, 21 Maret 2016
Sabtu, 16 Januari 2016
Anggaran biaya rangkaian catu daya
Catu
daya
Catu
daya merupakan suatu Rangkaian yang paling penting bagi sistem elektronika. Ada
dua sumber catu daya yaitu sumber AC dan sumber DC. Sumber AC yaitu sumber tegangan
bolak – balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan sumber tegangan searah
Gambar Rangkaian atau
Schematicnya

Pada rangkaian ini
tegangan output dapat diatur dengan mengatur besar R1 dan R2. Sekarang mestinya
tidak perlu susah payah lagi mencari op-amp, transistor dan komponen lainnya
untuk merealisasikan rangkaian regulator seperti di atas hanya saja perlu
diketahui supaya rangkaian regulator dengan IC tersebut bisa bekerja, tengangan
input harus lebih besar dari tegangan output regulatornya. Biasanya perbedaan
tegangan Vin terhadap Vout yang direkomendasikan ada di dalam datasheet
komponen tersebut. Pemakaian heatshink (aluminium pendingin) dianjurkan jika
komponen ini dipakai untuk men-catu arus yang besar. Di dalam datasheet,
komponen seperti ini maksimum bisa dilewati arus mencapai 1 A.
Komponen yang dipakai dan anggaran biaya:
Total Anggaran dana
rangkaian catu daya adalah Rp. 256.400.-
Daftar
pustaka
QUADRATURE AMPLITUDE MODULATION
QAM (quadrature amplitude modulasi) adalah sebuah metode untuk
menggabungkan dua amplitude-modulated (AM) sinyal dalam satu saluran,
sehingga dua kali lipat bandwidth yang efektif QAM digunakan dengan pulse
amplitude modulasi (PAM) dalam sistem digital, terutama di
nirkabel aplikasi. Dalam sebuah sinyal QAM, terdapat dua operator,
masing-masing memiliki frekuensi yang sama tetapi berbeda dalam tahap 90
derajat (satu seperempat dari sebuah siklus, dari manaistilah quadrature
timbul).. Satu sinyal disebut sinyal saya, dan yang lain dinamakan T
sinyal. Matematis, salah satu sinyal dapat diwakili oleh sebuah gelombang
sinus dan lainnya dengan gelombang kosinus. Kedua modulated carrier
digabungkan pada sumber untuk transmisi. Ditempat tujuan, yang operator
dipisahkan, data yang diambil dari masing-masing, dan kemudian digabungkan ke
dalam data yang asli modulating informasi. Monday, 25 August 2008 08:31
Modulasi adaptif adalah skema transmisi pada komunikasi digital dimana transmitter mengadaptasi
mode transmisi dengan kondisi kanal. Secara efektif dapat mengatur
keseimbangan kebutuhan bandwidth dan kualitas sambungan (link
quality) atau biasanya diukur dengan Signal to Noise Ratio (SNR).
Apabila kualitas sinyal cukup baik,maka digunakan modulasi yang lebih
tinggi untuk memberikan kapasitas bit rate yang
lebih besar. Apabila kualitas link menurun, sistem
modulasinya digeser menjadi lebih rendah untuk menjaga kestabilan dan
kualitas sambungan. Perpindahan modulasi dapat diatur secara dinamis dari
64-QAM (SNR = 22dB), 16-QAM (SNR = 16dB), QPSK (SNR = 9dB), dan BPSK
(SNR = 6dB). Modulasi Adaptif memerlukan informasi kanal yang cocok pada transmitter,
informasi ini haruslah bersifat real time agar sesuai dengan
kondisi kanal yang ada. Informasi ini dapat diperoleh menggunakan metode
duplexing TDD (Time Division Duplex) sehingga informasi
kanal dari pengirim ke penerima akan sama dengan
informasi kanal dari penerima ke pengirim. Selain itu,
informasi kanal juga dapat diperoleh sebagai feedback dari
penerima kepada pengirim. Teknik Modulasi yang
digunakan dalam standar IEEE 802.16d adalah QPSK, 16 QAM, dan 64 QAM.
Blok diagram
pada Gambar-1 menunjukkan sebuah pemancar QAM. Data biner mula-mula masuk pada
Pembagi Data. Pembagi Data ini kemudian memproduksi dua sinyal data yang
kecepatannya separuh dari kecepatan data awal. Kedua sinyal data tersebut
masing – masing dikonversikan pada empat level jalur pita dasar. Hasil dari
empat level simbol dari saluran I dan Q kemudian dipergunakan pada modulator.
Pembawa untuk modulator saluran Q diubah phasanya sebesar 90° dari pada saluran
I. Hal ini disebut dengan istilah quadrature. Ini terjadi pada saluran Q,
semantara saluran I sama dengan saat sebelumnya sehingga saluran I dikatakan
sephasa. Hasil akhirnya adalah suatu kemampuan untuk mengirimkan data digital
melalui saluran dengan lebar pita yang terbatas.
DAFTAR
PUSTAKA
Kusmaryanto
Sigit, Teknik Modulasi Quadrature Amplitude Modulation.
Senin, 16 November 2015
Rangkaian Inverter
Rangkaian Inverter 12v
DC to 110/220v AC 500 Watt
Inverter
adalah sebuah alat yang dapat merubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik
(AC). Kegunaan dari inverter sendiri adalah biasanya digunakan pada PLTS dimana
listrik arus searah yang tersimpan pada baterai akan diubah menjadi listrik
arus bolak-balik (AC) untuk didistribusikan. Sedangkan pada kebutuhan yang
lebih kecil yaitu merubah arus searah pada aki menjadi arus bolak-balik untuk
digunakan pada perangkat yang memerlukan arus AC.
Supaya arus keluaran
dari multivibrator ini cukup besar untuk membangkitkan tegangan AC dengan daya
yang besar pula, maka diperlukan rangkaian pensaklaran yang dalam rangkaian ini
diperankan oleh mosfet IRFZ44. Arus keluaran dari IRFZ44 diumpankan ke trafo
step up, sehingga akan diperoleh tegangan yang cukup besar pada keluarannya.
Rangkaian Inverter yang
saya buat ini menghasilkan daya keluaran 500 watt, dengan menggunakan
komponen-komponen elektronika yang mudah dijumpai di pasaran.
Rangkaian sederhana ini dapat anda terapkan pada kendaraan guna menyalakan ionizer. Ionizer ini dapat sebagai penetralisir racun asap rokok, racun gas buang dll. Jika anda butuh ionizer jangan ragu-ragu segera tanya cara buatnya….jangan beli !!!!
Skematik Rangkaian
Skematik Rangkaian
Komponen dan Pengeluaran
Cara Membuat
- Buat skematik dengan aplikasi eagle
- Print skematik lalu cetak ke papan
PCB
- Larutkan PCB dengan Feri Klorid
- Rangkai Komponen di papan PCB
- Solder rangkaian
- Susun dan rangkai rangkaian di
dalam Cassing
- Test Alat yang sudah jadi
Kelebihan dari alat ini
adalah biaya pembuatan yang lebih murah dibandingkan membeli inverter ber-merk
terkenal yang bisa sampai jutaan.
Daftar pustaka
- http://www.caratekno.com/2013/10/cara-membuat-ac-inverter-12v-ke_24.html
- http://www.duniaelektro.com/
- http://sfe-electronics.com/
- http://komponenelektronika.com/
Jumat, 30 Oktober 2015
Analisis rate of return
ANALISIS RATE OF RETURN
Pengertian
rate of return
IRR berasal dari bahasa Inggris
Internal Rate of Return disingkat IRR yang merupakan indikator tingkat
efisiensi dari suatu investasi.
Rate of Return didefiniskan sebagai bunga rata-rata yang
dibayarkan kepada saldo yang belum lunas dalam suatu pinjaman sehingga saldo
yang belum dibayarkan tersebut secara berkala sama dengan nol pada akhir
pembayaran.
Perhitungan rate of return dan penerapannya
Sebuah investasi sebesar $10,000
dapat ditanamkan pada sebuah proyek yang akan memberikan penerimaan tahunan
$5,310 selama 5 tahun dan mempunyai nilai sisa $2,000. Pengeluaran tahunan
$3,000 untuk operasi dan pemeliharaan. Perusahaan akan menerima proyek apapun
yang memberikan “hasil” 10% atau lebih sebelum dikurangi pajak. e = MARR = 20%
pertahun. Berdasarkan metode ERR apakah investasi tersebut layak dilakukan?
Penyelesaian
25,000 (F/P, i’%, 5) = 8,000 (F/A, 20%, 5) + 5,000
(F/P, i’%, 5) = 64,532.80/25,000 = 2.5813
i’% = 20.88% Karena i’ > MARR, maka investasi layak
dilakukan.
Pengertian konsep dasar analisis rate of return,asumsi dan
penggunaannya
Return On Investment (ROI) merupakan
pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan
keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.
Analisa Return on Investment (ROI) dalam analisa keuangan
mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu tehnik analisa keuangan
yang bersifat menyeluruh (komprehensif). Analisa ROI ini sudah merupakan tehnik
yang lazim digunakan oleh pemimpin perusahaan untuk mengukur efektivitas dari
keseluruhan operasi perusahaan.
Return On Investment itu
sendiri adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan
untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang
ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan. Dengan demikian ratio ini menghubungkan keuntungan
yang diperoleh dari operasinya perusahaan (net operating income) dengan jumlah
investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi
tersebut (net operating assets)
Kegunaan Analisis Return On Invesment (ROI)
a. Sebagai salah satu
kegunaan yang prinsipil ialah sifatnya yang menyeluruh. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek
akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik analisa ROI dapat
mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, efisiensi produksi dan
efisiensi bagian penjualan.
b. Apabila perusahaan mempunyai data industri sehingga dapat
diperoleh ratio industri, maka dengan analisa ROI dapat dibandingkan efisiensi
penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis,
sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada dibawah, sama, atau diatas
rata-ratanya. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana kelemahannya dan apa
yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain
yang sejenis.
c. Analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh divisi atau bagian, yaitu dengan
mengalokasikan semua biaya dan modal kedalam bagian yang bersangkutan. Arti pentingnya mengukur rate of return pada
tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efisiensi suatu bagian dengan
bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan.
d. Analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur
profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Dengan menggunakan “product cost system” yang baik, modal dan biaya dapat dialokasikan
kepada berbagai-bagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan,
sehingga dengan demikian akan dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing
produk.
e. ROI selain berguna untuk keperluan control, juga berguna
untuk keperluan perencanaan. Misalnya ROI dapat digunakan sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan kalau perusahaan akan mengadakan expansi.
Kamis, 29 Januari 2015
Pembangunan Idustri dan Dampak Pada Lingkungan
Sebagaimana diarahkan
dalam GBHN Tahun 1988, pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan
ekonomi jangka panjang untuk mencapai stucture ekonomi yang semakin seimbang
dari sektor industri yang maju dan didukung oleh sektor pertanian yang tangguh.
Selanjutnya digariskan pula bahwa proses industrialisasi harus mampu mendorong
berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pencipta
lapangan kerja baru, sumber peningkatan ekspor dan penghematan devisa,
penunjang pembangunan daera, penunjang pembangunan sektor-sektor lainnya
sekaligus wahana pengembangan dan penguasaan teknologi.
Industrialisasi
merupakan pilihan bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan
kehidupannya. Hal tersebut antara lain disebabkan terbatasnya lahan pertanian.
Industrialisasi merupakan suatu jawaban terhindarnyan tekanan penduduk terhadap
lahan pertanian. Yang perlu mendapatkan perhatian ialah bahwa industri
merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk merusak dan
mencemari lingkunga . apabia hal ini tidak dapat perhatian serius maka ada
kesan bahwa antara industri dan lingkungan hidup tidak berjalan seiring, dalam
arti semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan hidup itu.
Industri yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak begatif pula berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan. Unsur – unsur pokok yang diperlukan untuk kegiatan industri antara lain adalah sumber daya alam ( berupa bahan baku, energi dan air), sumberdaya manusia ( berupa tenaga kerja peda berbagai tingkatan pendidikan), serta peralatan.
Industri yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak begatif pula berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan. Unsur – unsur pokok yang diperlukan untuk kegiatan industri antara lain adalah sumber daya alam ( berupa bahan baku, energi dan air), sumberdaya manusia ( berupa tenaga kerja peda berbagai tingkatan pendidikan), serta peralatan.
Kegiatan pembangunan
industri yang melibatkan unsur – unsur tersebut dapat menimbulkan dampak
negatif yang berupa :
1. Pandangan yang kurang menyenangkan bagi wilayah industri.
2. Penurunan niali tanah di sekitar industri bagi permukiman.
3. Timbuk kebisingan oleh operasi peralatan.
4. bahan – bahan buangan yang dikeluarkan oleh industri dapat menggangu dan mengotori udara, air, dan tanah.
5. Perpindahan penduduk yang menimbulkan dampak sosial.
6. Hasil produksi industri dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat.
7. Timbulnya kecemburuan sosial.
1. Pandangan yang kurang menyenangkan bagi wilayah industri.
2. Penurunan niali tanah di sekitar industri bagi permukiman.
3. Timbuk kebisingan oleh operasi peralatan.
4. bahan – bahan buangan yang dikeluarkan oleh industri dapat menggangu dan mengotori udara, air, dan tanah.
5. Perpindahan penduduk yang menimbulkan dampak sosial.
6. Hasil produksi industri dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat.
7. Timbulnya kecemburuan sosial.
Maksud dari analisa
mengenai dampak lingkungan kedalam proses perencanaan suatu usaha atau kegiatan
tersebut, sehingga dapat diambil keputusan optimal dari berbagai alternative,
karena analisis mengenai dampak lingkungan merupakan salah satu alat untuk
mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan oleh suatu rencana atau kegiatan
terhadap lingkungan hidup, guna mempersiapkan langkah untuk menanggulangi
dampak negative dan mengembangkan dampak positif. Mengenai dampak lingkungan
hidup dapat disebabkan oleh rencana kegiatan disegala sector seperti :
1. Bidang
Pertambangan dan Energi yaitu pertambangan umum, tranmisi,
PLTD/PLTG/PLTU/PLTGU, ekspoitasi, kilangan/pengolahan dan tarnmisi minyak/gas
bumi.
2. Bidang
Kesehatan yautu : rumah sakit kelas A/setara kelasA atau kelas I dan industri
farmasi.
3. Bidang
Pekerjaan Umum yaitu :pembangunan Waduk, Irigasi dan kanalilasi, jalan
raya/tol, pengolahan sampah, peremajaan kota dan gedung bertingkat/apartemen.
4. Bidang
Pertanian yaitu : Usaha tambak udang, sawah, perkebunan dan pertanian.
5. Bidang
Parpostel seperti hotel, padang golf, taman rekreasi dan kawasan parawisata.
6. Bidang
Tranmigarasi dan Pemukiman Perambahan Hutan.
7. Bidang
perindustrian seperti : Industri semen, kertas pupuk kimia/petrokimia,
peleburan baja, timah hitam, galangan kapal, pesawat terbang dan industri kayu
lapis.
8. Bidang
Perhubungan seperti: Pembangunan Jaringan kereta api, Sub Way, pembangunan pelabuhan
dan badar udara.
9. Bidang
perdagangan.
10. Bidang
pertahanan dan keamanan seperti : Pembangunan genung amunisi, pangkalan
angkatan laut, pangkalan angkatan udara dan pusat latihan tempur.
11. Bidang
pengembangan tenaga nuklir seperti : Pembangunan dan pengopearian reactor nuklir
dan nuklir non reactor.
12. Bidang
kehutanan yaitu : Pembangunan taman safari, kebun binatang, hak pengusaha
hutan, hak pengusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan Pengusaha parawisata
alam.
13. Bidang
pengendalian bahan berbahaya dan beracun (B-3) dan 14 Bidang kegiatan
terpadu/multisektor (wajib AMDAL).
Pengaruh Industri terhadap Lingkungan Sekitar
Masalah perkotaan pada saat ini telah menjadi masalah yang
cukup pelik untuk diatasi. Perkembangan perkotaan membawa pada konsekuensi
negatif pada beberapa aspek, termasuk aspek lingkungan. Perkembangan kota
membutuhkan ruang sebagai tempat hidup penduduk dengan aktivitasnya.
Pertambahan jumlah penduduk kota berarti juga peningkatan kebutuhan ruang.
Karena ruang tidak dapat bertambah, maka yang terjadi adalah perubahan
penggunaan lahan, yang cenderung menurunkan proporsi lahan-lahan yang
sebelumnya merupakan ruang terbuka hijau. Pada saat ini hanya 1,2% lahan di
dunia merupakan kawasan perkotaan, namun coverage spasial dan densitas
kota-kota diperkirakan akan terus meningkat di masa yang akan datang. PBB telah
melakukan estimasi dan menyatakan bahwa pada tahun 2025, sekitar 60% populasi
dunia akan tinggal di kota-kota.
Pada saat ini telah diakui bahwa iklim perkotaan memiliki karakteristik
yang berbeda dengan iklim kawasan di sekitarnya yang masih memiliki unsur-unsur
alami cukup banyak. Perubahan unsur-unsur lingkungan dari yang alami menjadi
unsur buatan menyebabkan terjadinya perubahan karakteristik iklim mikro.
Berbagai aktivitas manusia di perkotaan, seperti kegiatan industri dan
transportasi, mengubah komposisi atmosfer yang berdampak pada perubahan
komponen siklus air, siklus karbon dan perubahan ekosistem.
Selain itu, polusi udara di perkotaan menyebabkan perubahan
visibilitas dan daya serap atmosfer terhadap radiasi matahari. Radiasi matahari
itu sendiri merupakan salah satu faktor utama yang menentukan karakteristik
iklim di suatu daerah. Perubahan-perubahan tersebut sangat penting untuk
menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan dan perencanaan kota. Namun di
sisi lain, pemahaman mengenai urbanisasi dan dampaknya pada sistem iklim-bumi
belum lengkap. Dan dalam sistem perencanaan pembangunan perkotaan di Indonesia,
unsur iklim masih dianggap sebagai elemen statis, dimana diasumsikan tidak ada
interaksi timbal balik antara iklim dengan perubahan guna lahan. Data-data
iklim lebih sering dipergunakan sebagai data yang mendukung pernyataan
kesesuian lahan dan lokasi bagi pengembangan fungsi sebuah kawasan, terutama
untuk pengembangan kawasan pertanian. Namun dalam perancangan dan perencanaan
kawasan perkotaan di Indonesia, hampir tidak pernah dipertimbangkan bahwa
perubahan guna lahan yang direncanakan akan memberikan implikasi
yang sangat besar terhadap sistem iklim.
Industri adalah membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan
bertumbuhnya Kawasan Perindustrian, maka akan membuka lapangan pekerjaan baru
di pabrik yang dapat menyerap ribuan buruh / tenaga kerja. Dengan tambahnya
lapangan kerja tersebut, maka pendapatan masyarakat dapat menjadi meningkat
yang disertai juga dengan peningkatan SDM-nya. Masyarakat akan
memperoleh pekerjaan dan memperoleh pelatihan dan peningkatan pengetahuan
dengan bekerja di pabrik – pabrik perindustrian. Untuk bekerja di suatu Pabrik,
pekerja tentu saja harus memiliki keahlian dan keterampilan. Untuk memenuhi hal
ini, maka salah satu usaha yang dilakukan pemerintah berupa Program Magang di
Kawasan Industri yang dikhususkan kepada para masyarakat di sekitar lingkungan
Kawasan Industri.
Dengan program tersebut, SDM dan ketrampilan masyarakat
diharapkan dapat meningkat yang nantinya dapat menghasilkan tenaga – tenaga
kerja yang terampil dan siap bekerja. Sebagai contoh program pemagangan itu
adalah di Kawasan Industri MM2100 (PT Megapolis Manunggal Industrial
Development MM 2100) dengan lokasi di pabrik PT Astra Honda Motor dan PT Argo
Pantes. Penambahan lapangan pekerjaan, tidak saja hanya berasal dari kebutuhan
pabrik – pabrik akan tenaga keja, tetapi juga berasal dari pembukaan lapangan
kerja baru dari sektor – sektor ekonomi informal. Misalnya semakin bertumbuhnya
warung – warung makan untuk tempat makan buruh – buruh, munculnya kebutuhan
akan transportasi yang menghidupkan usaha ojek, rumah kontrakan, kost – kostan,
toko - toko kelontong, bengkel, jasa transportasi dan lain sebagainya.6 Yang
merupakan sektor – sektor ekonomi informal yang dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan para buruh – buruh yang bekerja di Kawasan Industri tersebut.
Peningkatan sektor – sektor ekonomi informal ini tentu saja
akan meningkatkan penghasilan masyarakat yang tinggal di kawasan Industri
tersebut. Keuntungan keempat yang dapat diperoleh dari pengembangan Kawasan
Industri adalah peningkatan pendapatan daerah melalui pajak daerah.
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah maka juga akan meningkatkan
pendapatan pajak daerahnya. Dengan bertambahnya pajakdaerah, maka pemerintah
dapat lebih mengembangkan pembangunan di sekitar kawasan. Selain hal – hal
diatas yang berkaitan dengan ekonomi, keuntungan pengembangan Kawasan Industri
juga dapat diperoleh dari aspek lingkungan.
Keuntungan pengembangan Kawasan Industri adalah pemudahan
pengelolaan lingkungannya. Pengelolaan limbah secara terintegrasi dengan
mudah bisa dilakukan. Dengan dikelompokkannya industri dalam satu kawasan, maka
AMDAL-nya berupa AMDAL kawasan, sehingga lebih mempermudah dalam pengecekan dan
pengontrolan lingkungannya. Pengeloaan limbah secara terintegrasi (integrated
waste management) dapat dengan mudah dilakukan sehingga pengontrolannya juga
dapat lebih mudah dilakukan. Dari aspek kependudukan, pengembangan Kawasan
Industri juga memiliki nilai penting.
Letak Kawasan Industri yang biasanya berada di
pinggiran kota atau terletak di luar kota dapat mengurangi arus urbanisasi.
Masyarakat dari desa tidak lagi hanya menargetkan kota sebagai tempat mencari
pekerjaan, tetapi cukup ke Kawasan Industri yang menyediakan lapangan kerja
cukup banyak. Para warga kota yang bekerja di Kawasan Industri juga cenderung
akan memilih tinggal di daerah Kawasan Industri apabila Kawasan Industri telah
menyediakan fasilitas hunian yang memadai. Sehingga peluang arus transmigrasi
dari Kota ke daerah pinggiran kota menjadi semakin besar yang tentu saja dapat
mengurangi kepadatan penduduk kota sebagai nilai positifnya
Langganan:
Postingan (Atom)

